Boawae Dalam Gambar 0001
"PA SESE"
Suasana pada saat acara "Pa Sese" di Kampung adat "Wajo Oja Atu" yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Adat Boawae.
Sekitar tahun 1915, Pria yang berdiri di tengah, sedang menggenggam pedang adalah algojo, dalam bahasa Boawae (Moi Dhigha).
Algojo ini bertugas menebas kerbau kurban yang disesah perlahan-lahan hingga meregang nyawa di pelataran kampung, di bawah tiang kurban "PEO"
Bila Foto ini di Zoom, akan nampak jelas area pinggang hingga perut sang algojo berlilitkan tali, yang berfungsi untuk melindungi area pinggang hingga perut dari sang algojo dari tandukan kerbau. Dalam bahasa Boawae, tali dimaksud disebut dengan "Tali Kele".
Foto ini juga menggambarkan profile orang Boawae pada zamannya, dimana pria rata-rata berambut gondrong dan diberi bando sebagai penahannya.
Kampung Boawae memiliki banyak sejarah adat dan budaya yang harus diceritakan. Secara Geografis kampung Boawae terletak di sebelah selatan kaki gunung Ebulobo. Bernaung dibawah Kecamatan Boawae dan Kabupaten Nagekeo, Flores-Nusa Tenggara Timur (NTT).


Ditunggu cerita selanjutnya bro
BalasHapus